Umrah Hemat

Antara Nasihat dan Petunjuk

(Dok Pri)
Juliantono Hadi (kiri) memberikan santunan kepada salah seorang Anak Yatim.
Mengelola sekolah ideal terkadang tidak bisa dicapai secara cepat. Perlu kesabaran untuk menanti tumbuh dan berkembang.

Di antara celah penantian tersebut ada sebuah langkah santun. Membuat rencana induk sejak awal yang terselip nilai-nilai kebersamaan dan kekeluargaan agar suatu saat tumbuh dan berkembang sesuai impian.

Berada di atas tanah seluas 3000 meter persegi, terdiri bangunan 3 dan 5 lantai Juliantono Hadi berupaya mewujudkan mimpi. Bersama kawan-kawannya (baca: guru sekolah) dia bercita-cita kelak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dr. Soetomo harus menjadi tempat belajar mengajar yang kredibel.

Bukan sekadar fisik berupa gedung, sarana dan prasarana penunjang saja. Lebih dari itu. Sekolah ini merupakan buah pengingat. Pengingat untuk siapa saja!

Seorang Julianto Hadi menyadari, manusia adalah mahluk labil. Ada kalanya ia berbuat baik, pada waktu lain berbuat buruk. Suatu ketika ia ingat, pada saat lain lupa. Pada satu kesempatan ia benar, pada waktu lain salah.

Di sinilah pentingnya nasihat untuk mengingatkan. Melalui nasihat disertai petunjuk, orang salah menjadi benar, orang baik menjadi lebih baik, orang lupa segera tersadarkan, dan seterusnya.

Perilaku buruk tidak perlu dilanjutkan. Sikap negatif perlu diperbaiki. Semua butuh nasihat dan peringatan. Pengetahuan manusia terbatas, tak bisa menjangkau segala hal.  Ia perlu mendengarkan nasihat orang lain karena terkadang Allah memberikan petunjuk kepadanya melalui nasihat orang lain.

Hari Rabu (10/10/2018) "nasihat dan petunjuk" itu mewarnai halaman Smekdor's --kependekan dari Sekolah Menengah Kejuruan Dr. Soetomo, Jl. Jojoran IV Surabaya. Seluruh pemangku kepentingan dari Yayasan Tri Tunggal hadir melepas calon jemaah umrah guru dan karyawan Smekdor's.

Acara syukuran juga dibarengi dengan pemberian santunan kepada 25 Anak Yatim dari Yayasan Roudhotul Falah, Kebraon. Bersamaan itu juga dilakukan pengundian bagi peserta umrah periode tahun 2019.

Sebagaimana pernah ditulis Kompasiana, Juliantono Hadi -Kepala Sekolah SMK Dr. Soetomo, setiap tahun berinisiatif memberangkatkan umrah secara gratis kepada guru berserta keluarga. Sebagai orang nomor satu di Smekdor's, Juliantono juga mengirim guru-guru non muslim menuju ke Bethlehem atau tempat suci bagi umat Kristiani. Keberangkatan umrah difasilitasi oleh Biro Perjalanan Haji & Umrah PT Manaya Indonesia.

(Dok Pri)
Gus Luthfi Ma'had Tee Bee (atas) memberikan tausiah pada acara keberang katan jemaah umrah guru dan karyawan Smekdor's (Rabu, 10/10/2018). Juliantono Hadi dan Direktur Manaya, Mukaharam Khadafy (bawah)
Disadari atau tidak, kegiatan umrah dan wisata religi guru non muslim memberikan dampak positif terhadap sistem belajar-mengajar di Smekdor's. Yang lebih menarik, pada setiap acara yang melibatkan guru dan siswa pihak Smekdor's itu, Juliantono Hadi tidak pernah lupa mengundang Anak-anak Yatim.

Mistikus Korporat
Dalam era pasar global saat ini banyak ditemukan orang-orang suci, mistikus, atau sufi di sejumlah perusahaan-perusahaan besar atau organisasi-organisasi modern. Bukan di masjid, wihara, kuil, atau gereja. Orang-orang ini sering disebut sebagai "Mistikus Korporat'.

Para Mistikus Korporat tersebut melihat perusahaan atau organisasi sebagai perwujudan kolektif ruh (spirit) atas jumlah total ruh individu-individu yang bekerja dan berkutat di dalamnya. Mereka berada dalam ikatan jejaring untuk mendukung hati dan jiwa orang-orang yang bekerja bersama mereka.

Para Mistikus Korporat bergerak mudah dari dunia spiritual ke dunia usaha atau organisasi. Mereka adalah para visioner dengan kaki tegak di atas tanah. Mementingkan kesatuan, tetapi pada saat yang sama, mereka mampu memusatkan perhatian pada detail karyawannya.

Para Mistikus Korporat selalu mencari keseimbangan hidup. Sebuah keseimbangan demi pencapaian sukses yang sebenarnya. Dunia ini bukanlah tempat sepi. Dunia adalah keniscayaan sejati, tempat manusia saling berbagi.

Di luar predikat sebagai Kepala Sekolah Juliantono Hadi merupakan Bonek Mania, sebutan bagi pendukung setia klub sepak bola Persebaya.

Bagi masyarakat Surabaya dan komunitas Bonek Mania, nama Juliantono Hadi agak asing. Mereka lebih akrab dengan sebutan Cak Joel.

Cak Joel lebih dikenal luas. Dia orang yang selalu menghembuskan nafas sportifitas kepada fans Persebaya. Menang atau kalah tetap berjiwa ksatria.

Ke mana pun pergi Cak Joel tak lupa membawa atribut Persebaya. Bahkan, ketika berziarah ke Makam Nabi Ibrahim As di Kota Hebron (Palestina) dia mengenakan kaos dari klub kesayangannya. Lalu, untuk menahan udara dingin sebuah syal Persebaya melilit di lehernya.

"Kebanggaanku Persebaya selalu kubawa dalam perjalanan. Di mana pun berada agar tetap tegak selamanya, tetap ingat sebagai Arek Suroboyo. Menang kusanjung kalah kudukung seri disyukuri saja," sebagaimana tertulis di akun Instagram @cakjoel pada 20 September 2018 lalu.

Media Sosial -medsos, bagi Juliantono Hadi merupakan tempat mencurahkan inspirasi hampir sepanjang hari. Twitter, Facebook dan Instagram sudah mengarsip ratusan foto dan tulisan buah karyanya. Kiprah jejak digital ini bisa diikuti setiap saat.

Sungguh patut disyukuri Smekdor's memiliki Juliantono "Cak Joel" Hadi. Sebaliknya, bagi Juliantono Hadi dengan brandSmekdor's berada dalam jangkauan karakteristik Mistikus Korporat.  Dia berhasil menembus lintas ilmu.

Ibarat magnet, penyerap energi positif sosok Juliantono Hadi memiliki bakat mengelola orang lain mewujudkan mimpi-mimpi besar. Mereka berdiri menatap masa depan dan menggambar peta secara rinci tentang cara mencapainya.

Hadiah umrah bagi guru-guru Smekdor's serta pemberian santunan kepada Anak Yatim itulah sesungguhnya hakekat dari sebuah "nasihat dan petunjuk". Hari ini kita menerima pesan tersirat, bahwa Juliantono Hadi merupakan bagian generasi Mistikus Korporat.

(Dok Pri)
Gapura di komplek Masjid Al Aqsha karya Juliantono Hadi
Instrumen yang disampaikan bukan dakwah atau wejangan, tetapi langkah nyata. Mengumrahkan guru sekaligus menyantuni Anak Yatim perkara gampang. Tetapi, ketika selalu dikerjakannya secara istiqomah, maka menjadi luar biasa.   

Hidup tanpa nasihat akan membuat kita tetap berjalan di tempat, stagnan. Kreativitas menjadi akan terangsang manakala kita sering mendengar dan menerima nasihat yang positif.

Oleh karena itu, manusia perlu peran orang lain dalam kehidupan hingga ia bisa meniti jalan ke tujuannya dengan baik dan selamat.

Dengan nasihat, kekurangan manusia menjadi tertambal. Dengan nasihat juga, kelebihan seseorang takkan membuatnya berubah menjadi sombong. Dengan nasihat juga, ia akan menjadi lebih bijak, rendah hati, dan peduli, serta menyayangi sesama.

Kepala Sekolah Smekdor's Juliantono Hadi tidak semata berkutat dengan kegiatan melulu berupa pendidikan. Sang Mistikus Korporat itu berdiri di antara nasihat dan petunjuk.

About Anonim

Tim penyusun arrangement website, konten isi dipetik dari kompasiana berdasarkan izin penulis dan narator Bapak Arifin BeHa.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :